Friday, May 28, 2010

SEKLUMIT TENTANG PERPUSTAKAAN

Dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku atas biaya sendiri.

Tetapi, dengan koleksi dan penemuan media baru selain buku untuk menyimpan informasi, banyak perpustakaan kini juga merupakan tempat penimpanan dan/atau akses ke map, cetak atau hasil seni lainnya, mikrofilm, mikrofiche, tape audio, CD, LP, tape video dan DVD, dan menyediakan fasilitas umum untuk mengakses gudang data CD-ROM dan internet.

Perpustakaan dapat juga diartikan sebagai kumpulan informasi yang bersifat ilmu pengetahuan, hiburan, rekreasi, dan ibadah yang merupakan kebutuhan hakiki manusia.

Oleh karena itu perpustakaan modern telah didefinisikan kembali sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apa pun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut atau tidak. Dalam perpustakaan modern ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan komputer).

Sunday, May 23, 2010

MEDIA TEKNOLOGI ( PERPUSTAKAAN)

PEMANFAATAN MEDIA DALAM PERPUSTAKAAN

Pendahuluan

Perkembangan perpustakaan saat ini menunjukan bahwa perpustakaan bukan hanya tempa yang menyimpan atau koleksi buku tetapi juga berperan sebagai tempat yang disebut the preservation of knowledge artinya, perpustakaan merupakan tempat mengumpulkan, memelihara, dan mengembangkan semua ilmu pengetahuan/gagasan manusia dari zaman ke zaman.
Secara khusus perpustakaan berfungsi sebagia pengumpulan, pelestarian, pengolahan, pemanfaatan dan penyebaran informasi. Untuk melaksanakan fungsi-fungsi itu secara efektif isi perpustakaan tidak hanya media cetak seperti bku, refrensi, endiklopedi, akan tetapi juga media non cetak.
Devinisi dan klasifikasi
Perarang perpustakaan telah berkembang tidak hanya mengkoleksi dalam bentuk media cetak akan tetapi juga harus memiliki koleksi yang noncetak. Untuk para pengguna supaya mendapatkan informasi yang lebih dan sesuai apa yang di perlukan para pemakai.

A.DEFINISI MEDIA DAN TEKNOLOGI
Pada umumnya para ahli mendefinisikan tentang media berdasarkan pada komusikasi. Jika di liahat dari asal katanya Media merupakan jamak dari kata medium. Dari bahasa latin yang disebut Antara.
Dari sudut pandang komunikasi medium berarti sesuatu yang menjadi perantara dalam komunikasi. Medium juga dapat sesuatu yang membantu penyampaiaan pesan dari pesan (komunikator) kepada penerima pesan (komunikan).
Istilah teknologi juga dapat dipandang sebagai produk dan proses. Tek sebagai prosduk berarti perangkat keras (hardware) dan perangkat (software) yang merupakan hasil aplikasi dari proses teknologi. Teknologi berupa produk misalnya proyektor slide, kamera, film, dan sebagainya. Sedangkan teknologi sebagai proses mempunyai arti: aplikasi yang sistematis dari pengetahuan ilmiah untuk melaksanakan tugas yang bersifat praktis. Istilah media teknologi yang digunakan pada modul ini adalah perangkat lunak dan perangkat keras yang memproduk tknologi dan dapat digunakan sebagai perantara dalam pengiriman informasi dan pengethuan dari pengirim sender kepada penerima receiver.
Robert heinich dan kawan-kawan mengemukakan definisi medium sebagai sesuatu yang membawa informasi antara sumber dan penerima informasi.
Sedangkan dalam konteks aktifitas belajar mengajar Dr. Oemar Hamalik (1989) menggunakan definisi media sebagai teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan dan interaksi antar guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.
Sebuah model yang dikemukakan oleh Claud E. Shannon dan Warren Wweaver (1949) sebagai berikiut:


Didalam model komunikasi ini proses komunikasi dimulai dari pengirim pesan yang memiliki kegiatan untuk mengkomunikasikan pesan atau informasi kepada penerima pesan. Pengirim pesan bersifat umup siapa saja bisa, namun pengirim harus mendesain agar penerima pesan dapat dengan mudah memahaminya. Proses merancang pesan menjadi sistematik ini dinamakan dengan istilah enconding. Setelah proses enconding penerima pesan berusaha memehami isi pesan atau informasi tersebut tentunya melalui media tertentu proses itu dinamakan deconding. Media berperan sebagai perantara bagi pengirim dan pernerima pesan dalam proses pertukaran pesan atau informasi.
Jika anda membaca buku, maka mediumnya yaitu buku. Karena penulis ingin menyampaikan pesan atau informasi melalui sebuah buku.
Jika anda melihat video, penulis naskah sebagai pengirim pesan atau informasi yang ditranmisikan melalui medium video.

Thursday, May 20, 2010

CARA MENINGKATKAN MUTU LAYANAN PERPUSTAKAAN

Cara Meningkatkan Mutu Layanan Perpustakaan


Upaya untuk meningkatkan mutu layanan tidak boleh di pisahkan dengan kegiatan pustakawan sehari-hari. Bnyak upaya yang dapatdi kerjakan,misalnya:

1. Sikap yang ramah dan penampilan pustakawan yang baik dalam memberikan layanan.

sikap yang ramah adalah faktor dari keberhasilan atau tidak dalam memberikan pelayanan untuk pembaca. Melalui penampila yang baik dan penuh rasa ikhlas memberikan bantuan kepada pembaca akan mendapatkan nilai positif bagi pembaca sehingga pembaca merasakan nyaman. Dan dapat menarik perhatian lebih dari pembaca.

2. Menyediakan brosur tentang kegiatan yang ada di perpustakaan .

Dengan brosur dapat juga meningkatkan mutu pelayanan. Dengan brosur ini pustakawan memberikan informasi kegiatan apa saja yang sudah dan akan di lakukan,dengan kata lain brosur dapat diartikan sebagai iklan. Dalam brosur itu berupa daftar buku yang baru,daftar bibiliografi atau program kegiatan. Tentunya ya membutuhkan dana yang cukup besar untuk itu di siapkan anggaran khusus.

3. Mengadakan berbagai perlombaan. ( lomba membaca,menggambar, membaca puisi dan sebagainya ).

Perlombaan itu dimaksudkan agar para pemakai datang ke perpustakaan Mungkin kalo diundang biasa tidak akan dating api kalo ada perlombaan mungkin berkesan berbeda. Misalkan diadakan perlombaan berpidato, para peserta akan membutuhkan bahan untuk berpidato dan mereka akan mencari dengan membaca di pepustakaan. Selanjutnya disodori formulir keanggotaan tentunya kalo sudah terbiasa dating keperpustakaan.

4. Mengadakan stady tour ke berbagai perpustakaan.

Kegiatan ini dapat di ajukan terjadwal dengan baik, dari perpustakaan satu ke yang lain, mereka dapat menemukan informasi yang lebih. Dengan kegiatan ini juga dapat mengajarkan bagaimana mengadakan penlitian tentang perpustakaan, untuk mendapatkan ide yang baru.

5. Mengundang tokoh masyarakat atau pakar untuk berceramah menceritakan pengalaman mereka dan sebagainya.

Kegiatan ini dilakukan oleh pustakawan dan diatur sedemikian rupa. Pustakawan mengundang berbagai tokoh masyarakat missal penulis yang sukses. Dengan menceritakan di balik kesuksesannya. Bagaimana proses seorang anggota masyarakat sederhana dapat mencapai kesuksesan. Tokoh tersebut menceritakan semua itu tidak lain hanya karena membaca. Hal ini akan memmicu para pendengar cerita dan mendapatkan pengalaman tambahan dari cerita si tokoh tersebut. Bahwa perpustakaan dapat meningkatkan sumberdaya manusia.

6. Membuat kegiatan yang teratur, memetik dari bahan yang dimiliki perpustakaan.

Pustakawan dapat menggali potensi yang ada di perpustakaan. Missal mengadakan seminar di sebuah lingkungan masyarakat. Dan bahan seminar tersebut dari sebuah buku yang dimiliki perpustakaan. Selanjutnya para pembaca dipersilahkan untuk mencari bahan yang terlah di seminarkan atau didiskusikan.

7. Berbagai kegiatan lainnya yang tidak tertulis di atas.

Sunday, May 16, 2010

PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA

Pelayanan Bahan Pustaka
Modul 01
1. FUNGSI LAYANAN PERPUSTAKAAN
Ada dua layanan perpustakaan yaitu:

1. Layanan teknis
2. Layanan pembaca

Yang dimaskud layanan teknik adalah pekerjaan perpustakaan dalam mempersiapkan buku agar nantinya dapat digunakan untuk menyelenggarakan layana baca.
Modul ini menekankan pada pembahasan layanan pembaca, yang meliputi:

1. Layanan dari berbagai jenis perpustakaan.
2. Layanan ruang baca.
3. Layanan sirkulasi bahan pustaka.
4. Layanan rujukan.
5. Layanan abstrak dan indeks.
6. Layanan informasi muktahir. Layanan foto copi.
7. Layanan literature dan sebagainya.

Layanan pembaca pembaca perpustakaan dimaksudkan untuk member jasa pelyanan kepada pembaca, yaitu anggota perpustakaan.
en:Jns pustakaan

1. Perpustakaan umum.
2. Perpustakaan sekolah.
3. Perpustakan perguruan tinggi.
4. Perpustakaan khusus.
5. Perpustakaan nasional.
6. Perpustakaan internasional ( perpustakaan yang diselenggarakan oleh badan-badan internasional missal UNESCO )

Perpustakan umum
Memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tidak membedakan ras, umur, agama, dan sebagainya. Karena itu kondisi perpustakaan umum harus lengkap koleksinya.
Perpustakaan sekolah
Memberikan pelayanan kepada murid, guru, kepala sekolah, dan staf administrasi lainnya. Pustakawan harus bekerja sama dengan guru atau kepala sekolah agar para murid aktif dan mandiri menggunakan koleksi yang dimiliki perpustakaan. Karena semua itu dapat menambah bahan belajar bagi para murid.

Perpustakaan perguruan tinggi

Memberikan pelayanan kepada seluruh sivitas akademika perguruan tinggi, yang terdiri atas mahasiswa, dosen, peneliti, guru besar, pimpinan, serta seluruh staf administrasi akademik. Layana perpustakaan harus menunjang tridharma pergurauan tinggi.
Perpustakaan khusus
Membeikan pelayanan kepada sekelompok pembaca yang khusus pula dan dalam bidang yang khusus juga. Contoh perpustakaan departemen dan perpustakaan perusahaan, yang dilayani adalah yang bekerja pada departemen dan perusahaan tersebut. Missal perpustakaan bang koleksinya harus merupakan yang berkaitan dengan perbangkan,dll.
Perpustakaan nasional
Fungs utama sebagai deposit, yaitu menyimpan semua bahan publikasi yang pernah ditebitkan di suatu Negara. Kegiatan ini ditunjang oleh undang-undang wajib simpan serah-karya cetak. Fungsi lain sebagai perpustakaan penelitian.

Dari jenis perpustakaan diatas masing-masing melayani anggota yang berbeda. Tetapi pada dasarnya layanan perpustakaan adalah sama yaitu memberikan bantuan kepada pembaca untuk memperoleh bahan pustaka sesuai minat dan perhatian mereka.
Menurut nasution perpustakan adalah pelaynan. Pelayanan berarti kesibukan. Bahan pustaka harus tesedia sewaktu-waktu tersedia bagi mereka yang memerlukannya.
Fungsi perpustakaan tidak boleh menyimpang dari tujjuan perpustakaan itu sendiri.

Fungsi yang lain adalah mengembangkan pendidikan

Tujun perpustakan memberikan pelayanan kepada para pembaca agar bahan pustaka yang di kumpulkan dan diolah sebaik-baiknya itu dapat sampai ke tangan pembaca.

Maksud diadakan pengolahan yaitu untuk mempermudah pencarian bahan pustaka sesuai yang dikehendaki pembaca atau pemakai.
Suatu tanda yang menunjukan profesi adalah kegiatan layanan pustakawan harus meperhatikan kebutuhan pembaca dalam bidamg literature. Perpustakaan menjadi penting jika menyediakan bahan pustaka dengan cepat dan tepat. Agar dapat dilaksanakan dengan baik maka bagi layanan teknik harus mengelola bahan pustaka dengan sebaik-baiknya.

2. LAYANAN RUANG BACA
layanan ruang baca merupakan bagian pokok dalam layanan perpustakaan, selain layanan sirkulasi dan teknis.
Sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat, layanan ruang baca dirasakan menjadi penting. Dengan adanya ini interaksi antara pustakawan dan penbacanya dapat berlangsung dengan baik. Dialog dengan petugas perpustakaan jadi baik, sehingga terjadi memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Dr. Moctar Buchori dalam diskusi panel perpustakaan nasional pada tanggal 24 oktober 1992, dalam rangka memperingati 40 tahun pendidikan perpustakaan di Indonesia.

Dalam sjian ruang baca di bagi menjadi:
1. Layanan ruang baca buku rujukan.
Ruangan ini khusus diperuntukan layanan rujukan di perpustakaan. Bahan pustaka merupakan bahan rujukan.
Contoh bahan gelobe dalam ruangan tersebut disediakan gantungan gelobe beserta kursi atau alat lain untuk menggunakannya.
2. Layana ruang baca stusy carrel biasanya berupa meja dan kursi.
Sebuah meja yang ditutup bagian depan dan sampingnya,guna mendapatkan konsentrasi para pembaca. Dilengkapi lampu untuk pencahayaan, stopkontak listrik. Meja yang di perlengkapi seperti itu diseebut wet carrel.
3. Layanan ruang baca berupa meja kelompok.

ruang jenis ini terdapat di berbagai perpustakaan. Guna menampung pembaca di satu tempat.
Memiliki kelemahan dapat saling mengganggu dengan pembaca yang lain. Keunggulannya dapat menghemat ruang,dapat berdiskusi tukar informasi dengan pembaca lain. Dan dapat menumbuhkan motifasi membaca dengan baik karena melihat pembaca yang lain tenang.

4. Fasilitas ruang baca yang baik.
Ruang baca hendaknya dilengkapi dengan fasilitas, missal AC,jendela yang besar untuk sirkulasi udara yang baik. Pencahayaan yang baik tidak kurang dan tidak mengganggu ppembaca. Dianjurkan perpustakaan memiliki pengontrol sinar untuk mengatur tingkat keperluannya.
5. Perluasan ruang baca berupa ruang untuk diskusi.
Ruangan ini merupakan perluasan ruang baca yang di gunakan untuk berdiskusi. Membawa bahn pustaka dengan jumlah tertentu para pembaca berdiskusi bersama. Harus terjadwal dengan topik diskusi yang sudah dipersiapkan.

6. Ruang baca yang berupa ruang kerja bagi pembaca perpustakaan
Suatu ruangan yang disediakan untuk remaja atau anak-anak sesuai tempat mereka bekerja. Pekerjaan menggambar, menempel, menggunting,menyulam dll. Meskipun membutuhkan biaya yang sangat besar namun nilai kegiatan ini juga tinggi. Tentunya perpustakaan menyediakan buku yang cocok untuk prakarya semacam itu.

7. Ruang santai
Bila mungkin dibuatkan ruang ini. Di pergunakan jika pembaca sudah lelah belajar dapat menyegarkan diri kembali. Dengan fasilitas yang nyaman seperti kursi sofa,bacaan ringan,audio video dll.